Airin Rachmi Diany & Wawan Sochib, Duet Penjahat Banten Menang Sementara di Tangse

Airin Rachmi Diany & Wawan Sochib, Duet Penjahat Banten Menang Sementara di Tangse
Airin Rachmi Diany & Wawan Sochib, Duet Penjahat Banten Menang Sementara di Tangse

Dukungan Penuh PDIP Tangsel Bagi Rieke Oneng Pitaloka Anak Ketua PKI Pemuda Central Garut


Minggu, 05 Juni 2011

Tangerang Plus Lebak Akhiri Ratu Atut chosiyah

25 Mei 2011

Iti Alternatif Dampingi WH

SERANG - Kabar Wahidin Halim (WH) ber­pasangan dengan Mulyadi Jayabaya (JB) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten be­lum ada kepastian. Jika pasangan ini gagal WH disarankan menggandeng putri JB yakni Iti Octavia.
Saran itu disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Survei Nusantara (LAKS­NU) Gugus Joko Waskita kepada Radar Banten di Jakarta, Selasa (24/5). Menurutnya, saat ini mulai mengerucut dua nama sebagai ba­kal calon gubernur yakni Ratu Atut Chosiyah dan Wahidin Halim. “Dua nama ini muncul dari basis dukungan politik, teritorial, dan pang­sa pasar yang berbeda,” ujarnya.
Menurutnya, Atut muncul sebagai sosok petahana (incumbent) berasal dari wilayah Banten bagian Selatan dan simbol penguasa Banten saat ini. Sementara WH berasal dari wilayah Tangerang simbol perubahan dan perlawanan terhadap Atut. “Kunci kemenangan dua kandidat ini terletak pada siapa calon wakil gubernur yang mereka gandeng sebagai pasangannya,” tegasnya.
Ia berpendapat, Atut ke­mung­kinan me­ngambil pasangan dari wilayah Tangerang. Sejumlah nama yang sudah beredar dari Ta­ngerang antara lain Shaleh MT (mantan Pjs Walikota Tang­sel), Jazuli Juwaini (anggota DPR dari PKS), dan Umar Lubis. Kemudian, lan­jutnya, WH akan ber­peluang menang jika me­ngambil pasangan dari wilayah Banten bagian Selatan.
Nama yang santer disebut ada­lah JB, Sam Rachmat (Ketua Nas­dem Ban­ten), Tb Deddi Gumelar alis Miing (anggota DPR asal PDIP) dan Irna Narulita Dimyati (istri Dimyati Nata­ku­sumah/Mantan Bupati Pan­deg­lang).
“Me­nurut analisa saya WH harus mengambil tokoh pe­rem­puan yang masih segar serta tidak ter­libat masa lalu, simbol per­la­wanan terhadap politik dinasti Banten dan punya basis dukungan yang merata di wilayah Banten ba­gian Selatan,” ujar Gugus.
Saat ini WH sudah terang-te­rangan kepada wartawan be­be­rapa waktu lalu menginginkan JB sebagai pasangannya untuk ma­ju di Pilgub. Jika duet ini gagal, Gu­gus menyarankan WH meng­gan­deng pendamping dari ka­la­­ngan perempuan. “Fakta yang ter­­jadi di Banten di pilkada ka­bupaten/kota, pasangan yang sa­lah satunya perempuan, ter­nyata terpilih,” ujarnya. Gugus men­contohkan, di Kabupaten Se­­rang, Ratu Tatu Chasanah ter­pilih mendampingi Taufik Nu­riman. Kemudian, di Kabupaten Pan­deglang terpilih Heryani se­bagai wakil bupati men­da­m­pi­ngi Erwan Kurtubi dan Airin Rachmy Diani terpilih menjadi Wa­likota Tangsel, didampingi Benyamin Davnie. “Artinya simbol perempuan tidak bisa dinafikan,” tegasnya.
Ia menyebut, ada nama yang la­yak dipertimbangkan oleh WH yaitu Iti Octavia Jayabaya, putri JB yang saat ini menjadi anggota DPR RI. Iti dipandang masih mu­da dan bersih dari kasus apa pun. “Jika gagal menggaet JB ma­ka dengan memilih Iti akan me­narik massa pendukung JB,” ujar­nya

Duet PKS-PPP Jadi Alternatif
Se­mentara itu koalisi PKS-PPP men­­dekati kenyataan. Pengamat politik asal Untirta Abdul Hamid mengatakan, jika PKS dan PPP berkoalisi merupakan langkah tepat. “Saya rasa itu bagus dan baik bagi perkembangan politik di Banten. Masyarakat bisa men­da­patkan calon pemimpin al­ternatif. Jika selama ini hanya ber­kutat pada Atut dan WH, pa­sangan dari PKS dan PPP cukup kuat untuk tampil,” ujar Abdul Hamid.
Selain itu, platform PKS dan PPP hampir sama sehingga untuk berkoalisi sangat terbuka. Namun de­mikian, Hamid beranggapan jika isu yang diusung PKS dan PPP hanya keagamaan tidak kuat un­tuk mendobrak dominasi Atut dan WH. “Karena baik Atut dan WH sudah lebih dulu meng­gu­nakan simbol-simbol keagamaan. Seperti Atut yang menggunakan ke­rudung dan WH yang ber­bu­sana lengkap baju koko serta peci,” jelasnya.
Sinyal koalisi PKS dan PPP mun­­cul setelah ada pertemuan antara Ketua Tim Pemenangan PKS Miptahudin dengan Ketua Tim Penjaringan PPP HM Sayuti di kantor DPW PPP Banten, Senin, (23/5) sekira pukul 18.00 WIB. Saat disinggung isi pertemuan Mip­­tahudin mengaku hanya me­ngantarkan berkas pendaftaran Jazuli Juwaini. Namun demikian, Miptahudin tidak menampik jika komunikasi politik yang di­bangun dengan PPP sudah intens. Mip­tahudin berani menyebut pa­sa­ngan Jazuli adalah Ketua PPP Ban­­ten Mardiono. “Kita sa­ngat ber­harap bisa berkoalisi dengan PPP. Kalau perlu kita san­dingkan Pak Jazuli dengan Pak Mardiono,” ucap Miptahudin.
Miptahudin menambahkan, koalisi yang dibangun antara PKS dan PPP tidak akan banyak me­nemui jalan buntu. Selain sama-sama memiliki platform yang hampir sama, juga visi dan misi ke depan yang tidak jauh ber­beda. “Kita harus melakukan peru­bahan. Dengan kemunculan pa­sangan Jazuli-Mardiono akan memberikan warna di tengah dua kekuatan yang selama ini se­­ring diperbincangkan,” kata Mip­tahudin.
Ditemui terpisah, Ketua Tim Pen­jaringan PPP HM Sayuti me­nga­takan, kemungkinan PPP un­tuk berkoalisi dengan PKS ter­­­buka. Namun demikian, PPP ma­­sih harus melakukan me­ka­nisme penjaringan yang di­la­kukan termasuk menggelar mu­syawarah kerja wilayah (mukerwil) awal Juni.
Me­ngenai usulan PKS untuk men­­duetkan Jazuli dengan Mar­diono, Sayuti mengatakan sebagai se­suatu yang wajar. Namun de­mikian, saat ini kader PPP yang men­calonkan diri hanya Zae­nuddin yang merupakan ben­da­hara DPW PPP Banten. (Radar Banten Online)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut